Ketika sang embun mulai menetes,
kelopak mata pun mulai jenuh memandangi
kotak terang berisikan ribuan masalah dan kebahagiaan,. Fikiran mengikuti tak
sejalan sesuai dengan hati sebagai penggerak yg utama,.. Tetapi.., jemari masih berusaha memaksakan menari-nari
diatas papan tombol buram nan keras, walau menyelesaikan satu kalimah pun
nampaknya menyita waktu begitu hebat,.. Terdengar samar-samar sayut lantunan
ayat-ayat istimewa menggetarkan hati,..
Hhmmzz, aku tak mau Bergantung di akar lupuk, aku
ingin meminta pertolongan kepada dzat yg maha kuat,. Kedepan masih panjang
perjuangan yg harus ditempuh walaupun masih banyak pula guncangan yg menerpa. Ibarat
kata “Adat tua menanggung ragam”. Aku ingin menjadi jiwa yg kokoh
walaupun dihantap baja sekalipun,. Amiin,
Waktu
ku saat ini tinggal 10 menit untuk menyelesaikan serpihan perasaan di atas
kotak tadi, akan ada yang memanggil sahutan yang tak kalah istimewa, sahutan
yang mengajak kita untuk memahami makna kehidupan dibalik khussyu nya sujud,. Semoga
saja, semuanya tepat waktu,.
Masa
lalu akan menjadi kenangn yang tak dapat kita pungkiri kebenarannya, aku tak
mau dianggap bak debu yang hilang terhembus angin lalu. Walaupun ibarat Nasi sudah
menjadi bubur, tapi sesuatu yg sudah larut adalah guru yang paling sempurna
untuk menuju kehidupan yang lebih baik, aku ingin menjadi intan yang indah dan
terang, karna Intan tetap intan walau berada dalam mulut anjing.. semoga saja Pucuk
dicita ulam pun tiba,…………………………@Dzikri_Dwina.: Tepat selesai Pukul 04 :10 WIB
Bersanding dengan Adzan Subuh yang Bergema dipenjuru “Kota”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar