Suport,...

Senin, 03 Desember 2012

Serpihan Harapan dan Perasaan


Ketika sang embun mulai menetes, kelopak mata pun mulai  jenuh memandangi kotak terang berisikan ribuan masalah dan kebahagiaan,. Fikiran mengikuti tak sejalan sesuai dengan hati sebagai penggerak yg utama,..  Tetapi.., jemari masih berusaha memaksakan menari-nari diatas papan tombol buram nan keras, walau menyelesaikan satu kalimah pun nampaknya menyita waktu begitu hebat,.. Terdengar samar-samar sayut lantunan ayat-ayat istimewa menggetarkan hati,..
Hhmmzz, aku tak mau Bergantung di akar lupuk, aku ingin meminta pertolongan kepada dzat yg maha kuat,. Kedepan masih panjang perjuangan yg harus ditempuh walaupun masih banyak pula guncangan yg menerpa. Ibarat kata “Adat tua menanggung ragam”. Aku ingin menjadi jiwa yg kokoh walaupun dihantap baja sekalipun,. Amiin,

Waktu ku saat ini tinggal 10 menit untuk menyelesaikan serpihan perasaan di atas kotak tadi, akan ada yang memanggil sahutan yang tak kalah istimewa, sahutan yang mengajak kita untuk memahami makna kehidupan dibalik khussyu nya sujud,. Semoga saja, semuanya tepat waktu,. 

Masa lalu akan menjadi kenangn yang tak dapat kita pungkiri kebenarannya, aku tak mau dianggap bak debu yang hilang terhembus angin lalu. Walaupun ibarat Nasi sudah menjadi bubur, tapi sesuatu yg sudah larut adalah guru yang paling sempurna untuk menuju kehidupan yang lebih baik, aku ingin menjadi intan yang indah dan terang, karna Intan tetap intan walau berada dalam mulut anjing.. semoga saja Pucuk dicita ulam pun tiba,…………………………@Dzikri_Dwina.: Tepat selesai Pukul 04 :10 WIB Bersanding dengan Adzan Subuh yang Bergema dipenjuru “Kota”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar